Konversi minyak tanah ke gas tahap ke-2 akan bergulir. Diperkirakan 25 ribu kompor beserta tabung gasnya siap dibagikan. Hal itu dilakukan menyusul konversi tahap pertama selesai dilakukan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kompor itu recananya akan dibagikan kepada keluarga miskin di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu kecamatan Piyungan, Dlingo, Banguntapan, Pleret dan Kecamatan Jetis. Ya semoga saja penyaluran kompor beserta gasnya kali ini tepat sasaran,,,^^v
April 11, 2008
Suap lagi,,??ck ck ck,,,,,
Kali ini menimpa ketua DPRD Kabupaten Jember, Faruk dan wakilnya, Mahmud Sarjoyono. Keduanya diduga terlibat korupsi dana sisa APBD Kabupaten Jember dan dana bantuan hukum sebesar Rp 1,1 Miliar. Keduanya kini sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan kelas 2 Jember.
Menurut Asisten Pidana Khusus Kajati Jatim, Hariyadi, banyak ditemukan kejanggalan dalam penggunaan dana APBD Kabupaten Jember pada periode 2004-2005. Faruk dan Mahmud diketahui memainkan modus laporan keuangan fiktif atau mark up untuk kepentingan pribadi.
huuuhhhhh,,,terlalu,,,,,
Minyak Tanah langka, Kompor Spiritus bisa Menjadi Alternatif
Untuk langkah antisipasi terhadap krisis energi di tanah air, saat ini telah diperkenalkan kompor berbahan bakar spiritus.
Adalah Rohmat (34 tahun) pria asal Wonokerso, Wonosobo, penemu kompor berbahan spiritus ini. Beliau menjelaskan bahwa kompor spiritus buatannya memiliki berbagai keunggulan dibandingkan kompor minyak tanah pada umumnya. Kompor spiritus ini dinilai lebih hemat dan lebih aman.
Menurut rohmat, dengan memakai 1 liter spiritus bisa dipakai 5-7 jam. Lebih hemat dibandingkan 1 liter minyak tanah yang biasanya memakan waktu 8-10 jam. Sementara itu untuk harga 1 liter spiritus hanya berkisar antara Rp5.600-Rp6.000. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak tanah nonsubsidi yang mencapai kisaran Rp9.000-Rp9.500 per liternya.
Keunggulan lain yang dimiliki kompor spiritus ini yaitu bisa dicampurkannya air hingga mencapai 30%. Wow! boleh juga,,,
Namun demikian, kompor berbahan bakar spiritus ini belum bisa diproduksi dalam jumlah massal karena pematenan hak cipta sedang dala proses. Dan jika pada akhirnya kompor ini berhasil menembus pasar, diperkirakan harga jual di pasaran berada di kisaran angka Rp200 ribu per unit.
hhhmmm,,,boleh juga,,,^^
