
BLT (Bantuan Langsung Tunai) sepertinya akan kembali dicanangkan pemerintah untuk mengurangi beban rakyat kurang mampu akibat rencana kenaikkan harga bahan bakar minyak. Pemerintah saat ini siap menganggarkan kompensasi dana sebesar Rp.14 Triliun sampai akhir 2008. Ini artinya akan dibagikan secara langsung melalui kantor pos kepada rakyat miskin yang diperkirakan berjumlah 37,5 juta jiwa + 4 juta jiwa warga miskin baru (setelah kenaikkan BBM 30%)terhitung dari bulan Juni sampai bulan Desember sebesar Rp.2 Triliun setiap bulannya.
Penyaluran dana kepada puluhan juta rakyat miskin kali ini diperkirakan akan mengalami berbagai kendala. Fakta 2005 menyatakan bahwa pembagian Bantuan Tunai Langsung ini tidak menyentuh seluruh warga miskin akibat roadmap yang tidak skematis. Ditambah lagi dengan data yang akan digunakan pemerintah yang dikabarkan akan menggunakan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2005.

*Pertamaxx juga hoho*
gak efektiiiffff!! menambah beban negara dan menurunkan tingkat produktivitas *hayah..*
kata dosen siyy ini pemikiran jangka pendek…
pemerintah maunya apa sihhh…
Comment by Malinda — May 8, 2008 @ 5:43 pm
pemerintah itu mwnya mengurangi beban yg diderita msyarakat,,,^^
Comment by adhecs — May 9, 2008 @ 7:27 am
mudah-mudahan saya bukan salah satu dari 4 juta jiwa warga miskin baru,, amiin
widih,, ni blok isinya politik, ekonomi, sosial.. berat euy,,
tapi asyik..
Comment by tamie — May 9, 2008 @ 9:58 pm
hehehe,,amin amin,,,
Comment by adhecs — May 12, 2008 @ 9:53 am
semoga bener2 jatuh kepada yg berhak tanpa ada korupsi..
Comment by hanggadamai — May 14, 2008 @ 9:03 am
Artikel di blog Anda sangat menarik. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
Comment by infogue — May 17, 2008 @ 11:01 am
BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi⦠biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).
Comment by Bri — May 23, 2008 @ 3:54 pm